Kehadiran

Pipit tak dapat dapat menyembunyikan kegelisahannya. Suasana pagi yang cerah, sapaan mentari yang hangat dan cuitan burung-burung di dahan pepohonan. Semua terasa hambar dalam hatinya. Ia galau setiap kali mengawali hari. Rasa takut kerap menghampirinya.

Biasanya ia lantas menunggu. Benar saja, tak lama yang dinantinya dalam sunyi, hadir lagi. Diam-diam, seperti biasanya, Pipit bersorak dalam hati. Tapi seperti biasanya pula, kegembiraan itu dipendam saja. Yang ada adalah sikap pura-puranya yang ketus dan kaku.

"Ngapain kamu ke sini?" tanyanya ketus.

Sang Teman hanya tertawa. Lalu menatapnya. Pipit rikuh.

"Aku tahu kamu selalu ragu untuk menyeberang ke sana," tamu tak diundang itu menunjuk ke seberang. Di sana keluarga Pipit biasanya sudah berkumpul sepagi ini.

"Ih, sok tahu kamu!"

"Aku tahu kamu sering ragu. Aku juga begitu, karena ini," tak seperti biasanya, Sang Teman menunjukkan segores luka, "ini sudah lama, tapi sakitnya masih terasa. Bukan cuma kamu, Pit, aku juga pernah terluka."

Pipit mengernyit. Sekali ini lupa jaimnya. Tapi ia tetap gengsi untuk bertanya.

"Aku bahkan tak berani ke sini, asalnya…."

"Terus kenapa setiap hari sekarang kamu ganggu aku pagi-pagi?" sela Pipit. Tapi segera ia tersadar, ada debaran lebih kencang di dadanya.

"Ya… karena melihatmu di sini terkena sinar matahari pagi adalah pemandangan terindah dalam hidupku akhir-akhir ini. Itu membuatku bersemangat. Dan kutahu, sebetulnya diam-diam kamu suka memperhatikan aku juga!"

"Ih, kamu…," ucapan Pipit tertahan. Sang Teman merapatkan tubihnya dan mulai merendahkan suaranya.

"Kamu yang bikin aku bersemangat untuk berani datang ke sini. Sebelumnya, aku terlalu takut, karena trauma kecelakaan itu. Sekarang, aku berani karena kamu, Pit. Kamu juga pasti bisa seperti aku! Ayo!"

Mentari pagi belum terlalu menyengat. Pipit pura-pura merengut. Tapi ia segera meloncat-loncat di atas dahan kesayangannya, lantas terbang menyusul Sang Teman. Cakrawala luas membentang, hembusan kebahagiaan membawanya membumbung tinggi.

Post a Comment

Tidak ada komentar